Ke-4 imigran tersebut adalah Muh. Ishak, Abdul Amin, Nurkalam dan Subitullah. Salah seorang imigran, Ishak mengaku memilih kembali ke tempat penampungan karena kelaparan dan kehujanan selama dalam pelariannya.
"Kami 4 orang jalan kaki menuju bukit-bukit di wilayah Kendari. Kami tidak minta tolong ke warga karena takut dilaporkan ke polisi," jelasnya di hotel yang dijadikan penampungan, Rabu (23/5/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepala Kantor Imigrasi Kendari, Tafsil Juned mengatakan, pihaknya terus berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk mencari 13 orang imigran gelap yang masih melarikan diri. Ia memastikan, ke-13 imigran tersebut masih berada di wilayah Kendari.
"Hingga kini kami bersama aparat kepolisian tetap mencari 13 orang yang masih kabur, tapi saya yakin mereka masih berkeliaran di sekitar Kendari sini," katanya.
Tafsil menjelaskan, hari Jumat (25/5), pihaknya berencana akan memberangkatkan 38 orang imigran yang tersisa di penampungan Kendari menuju rumah detensi imigrasi Manado.
Data di Kantor Imigrasi Kendari, awalnya jumlah imigran gelap asal Myanmar dan Bangladesh yang diamankan polisi di Kabupaten Buton dan Bombana sebanyak 100 orang. Sebanyak 47 orang telah diberangkatkan ke Penampungan Imigrasi Makkasar, sehingga tersisa 52 orang di Kendari.
(trw/trw)










































