Desak Pengusutan Korupsi PON, Mahasiswa Riau Rusak Pagar Tugu Countdwon

Desak Pengusutan Korupsi PON, Mahasiswa Riau Rusak Pagar Tugu Countdwon

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Rabu, 23 Mei 2012 14:21 WIB
Desak Pengusutan Korupsi PON, Mahasiswa Riau Rusak Pagar Tugu Countdwon
Pekanbaru - Lebih dari 70 mahasiswa dari berbagai kampus yang mengatasnamakan Aliansi Rakyat Riau menggelar aksi soal pelaksanaan PON. Mereka merobohkan pagar tugu countdwon di kompleks perkantoran Pemprov Riau.

Para mahasiswa mendesak KPK segera menetapkan Gubernur Riau, Rusli Zainal sebagai tersangka korupsi venue PON. Mahasiswa menilai, Rusli sebagai orang paling bertanggung jawab atas proyek venue PON di Riau.

"KPK kami minta segera menetapkan Rusli Zainal sebagai tersangka. BPK juga harus mengaudit dana APBD yang digelontorkan ke Pengurus Besar PON," kata Yopi Pranoto, koordinator aksi, kepada wartawan, Rabu (23/5/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam aksi demonya, mahasiswa mencoba menerobos pagar Kantor Gubernur Riau. Namun mereka tidak berhasil, dan lantas meninggalkan pintu masuk tersebut.

Dari sana mahasiswa, lantas berkumpul di tugu countdwon di Jl Cut Nyak Dien, sebelah Kantor Gubernur Riau. Mendapat pengawalan pihak kepolisian, mahasiswa tetap nekat menghancurkan pagar besi yang menglilingi tugu tersebut.

Seluruh pagar akhirnya dihancurkan mahasiswa. Begitu juga dinding tugu yang terbuat dari tripleks itu mereka jebolkan. Dalam melakukan aksinya, mahasiswa berteriak menghujat Gubernur Riau.

Usai menghancurkan tugu tersebut, mahasiswa dengan santainya meninggalkan lokasi tersebut. Sebagian di antara mereka beristirahat di masjid yang tak jauh dari lokasi.

Melihat pagar yang hancur, akhirnya pihak kepolisian mencoba untuk mengumpulkan pagar besi yang berserakan. Pagar itu dikembalikan lagi ditempat semula. Namun kondisi pagar tidak lagi bisa terpasang, karena sudah copot dari pondasinya.

(cha/trw)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini