Sebagai perbandingan, sebut saja kawasan ruas Jl MH Thamrin di Jakarta. Kawasan jalan protokol ini bisa menjadi barometer bagi kenyamanan pejalan kaki. Nah, sayangnya kawasan ini belum steril. Masih banyak 'pengganggu di ruas jalan kebanggaan ibukota itu.
Pantauan detikcom, Rabu (23/5/2012) di sekitar kawasan Thamrin masih ada pedagang kaki lima dan juga kendaraan roda dua yang parkir. Pedagang kaki lima yang mangkal itu biasanya menggunakan sepeda atau gerobak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak terasa, trotoar kawasan Thamrin yang berukuran lebar dan nyaman pun seolah agak berkurang 'sedapnya'. "Pemandangan agak terganggu," timpal Sumarno, seorang karyawan di salah satu perkantoran di kawasan Thamrin.
Namun dia mengamini, keberadaan pedagang itu membantu mereka yang memiliki uang pas-pasan. Boleh dibilang, jajanan di kawasan ini cukup mahal. Karenanya keberadaan pedagang kaki lima itu cukup membantu.
"Buat sopir-sopir mereka membantu. Biar bisa beli," jelas Sumarno.
Namun kiranya tetap saja, peraturan adalah peraturan. Apapun alasannya, trotoar harus steril dari 'pengganggu'. Hak pejalan kaki untuk berjalan dengan nyaman.
"Boleh dibilang di Jakarta ini, trotoar paling bagus ya di daerah Thamrin ini," seloroh Ishaq, seorang teknisi yang bekerja di Plaza Indonesia.
(ndr/gah)










































