Sosok pemangsa 19 kambing milik warga di 5 desa di Kecamatan Kedungbanteng, Banyumas, membuat Bupati Mardjoko dan Kapolres AKBP Dwiyono penasaran. Keduanya langsung mengecek setelah mendapatkan informasi sosok yang meresahkan itu tertangkap.
Bupati dan kapolres tiba di kandang satwa milik Polres Banyumas, Jalan Merdeka Purwokerto, sekitar pukul 11.30 WIB, Rabu (23/5/2012). Mereka disambut 50 warga yang berkerumun sejak pagi.
Bupati melihat-lihat anjing liar yang berwarna putih dan berkepala agak cokelat itu di kandang. Mulut dan kaki hewan yang meresahkan warga selama sebulan terakhir itu, diikat warga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, warga bersama pihak kepolisian sejak Selasa (22/5) sore terus mengintai kandang yang dijadikan lokasi penjebakan dengan menggunakan CCTV yang dimonitor dari salah satu rumah warga di dekat lokasi. Anjing liar tersebut akhirnya masuk jebakan.
"Ada dua anjing yang satu hitam dan yang satu putih belang cokelat. Tapi yang hitam belum tertangkap karena tidak masuk perangkap," kata Iwan (38) warga yang ikut melakukan penjebakan kepada wartawan.
Kematian belasan kambing terjadi sejak awal Mei lalu. Hewan ternak itu mati dengan perut terburai. Warga resah dan berkembang isu kejadian itu dilakukan seseorang yang sedang mendalami ilmu hitam. Disebut-sebut, pemangsa ternak bernama 'Aul', bahasa lain dari manusia berkepala serigala.
(arb/trw)










































