"Blueprint jangka menengah dan jangka panjang masing DAS di setiap daerah. Menurut saya itu menjadi tolak ukur keberhasilan kita mengkordinasikan pengelolaan DAS di negara ini," ujar Boediono di Istana Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (23/5/2012).
Hal ini dikatakan Boediono dalam sambutannya pada pembukaan Rapat Kerja Nasional Daerah Aliran Sungai (DAS).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Betapapun tinggi kemajuan industri suatu negara tidak akan bisa menggantikan peran dari pertanian dalam arti luas untuk mendukung kebutuhan bahan pangannya," terangnya.
Boediono menyebutkan pentingnya DAS dan pertanian dikarenakan hingga saat ini belum bahan makanan yang sintesis yang asli dari bahan kimia yang bisa diproduksi secara industri.
"Penting bagi kita memelihara alam. Penting bagi kita memelihara DAS karena disitulah sumber dari bahan makan kita, juga anak cucu kita," sebutnya.
Mantan Gubernur BI ini mencontohkan, dalam setiap permulaan sejarah dan peradaban dimulai dari daerah-daerah sungai. Lebih lanjut Boediono yang menyebut sejarah tersebut dimulai sejak 6000-8000 tahun yang lalu.
"Sumber peradaban Mesir adalah Sungai Nil dan tanpa itu tidak ada peradaban," ujarnya.
Pada kesempatan itu, Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan, juga menyebutkan bahwa DAS sangat penting untuk mencegah bencana seperti banjir dan longsor.
"Perlu regulasi DAS dalam tingkat nasional, bagaimana membangun keterpaduan dalam pengelolaan DAS sebagai pembangunan wilayah," ujarnya.
"Mendukung konservasi air dan ekosistem," tambahnya.
(fiq/gah)











































