Isu Anthrax Melanda Kedubes AS di Malaysia
Senin, 16 Agu 2004 16:14 WIB
Jakarta - Aparat dinas emergensi Malaysia dikerahkan ke Kedutaan Besar (Kedubes) AS di Kuala Lumpur, ibukota Malaysia yang dijaga ketat. Ini sehubungan dengan ditemukannya bubuk mencurigakan dalam sebuah surat, yang menurut polisi kemungkinan adalah anthrax."Amplop surat yang mengandung suatu bahan tidak teridentifikasi, dibuka oleh pegawai Kedubes pagi ini dan unit Kepolisian Hazmat (hazardous materials atau bahan berbahaya) Malaysia dipanggil untuk memeriksanya," tukas seorang juru bicara Kedubes AS kepada AFP, Senin (16/8/2004)."Pada saat ini semua langkah yang seharusnya telah diambil. Bahan tersebut tengah diuji," imbuhnya. Kedubes tidak sampai dikosongkan akibat insiden ini, para pegawai juga tetap bekerja seperti biasa.Kejadian ini terjadi hanya beberapa hari setelah ancaman anthrax di Kedubes AS di Sri Lanka pekan lalu, terbukti hanyalah gertakan. Ini dibuktikan setelah tes yang dilakukan pada bahan bubuk yang diterima dalam surat terbukti negatif anthrax.Juru bicara Kepolisian Aman Hussain mengungkapkan di lokasi: "Pada saat ini, bubuk ini menurut Hazmat kemungkinan anthrax. Bubuk akan dikirim ke laboratorium untuk dites."Sedikitnya tiga orang yang telah terpapar bubuk tersebut kini berada dalam karantina di Kedubes, sementara para dokter memeriksa mereka. Akibat insiden ini, setengah lusin kendaraan polisi, satu kendaraan pemadam kebakaran dan sebuah ambulans langsung dikerahkan ke Kedubes AS di negeri Jiran itu.
(ita/)











































