Paul Tak Dendam pada Pengutak-atik 'Broadcast' Kebakaran Muara Karang

Paul Tak Dendam pada Pengutak-atik 'Broadcast' Kebakaran Muara Karang

Dhurandhara - detikNews
Selasa, 22 Mei 2012 20:27 WIB
Jakarta - Paulinus merasa dirugikan karena namanya 'dicatut' terkait beredarnya pesan melalui BlackBerry Messenger (BBM) terkait kebakaran di Muara Karang, Jakarta Utara, yang tidak bertanggung jawab. Padahal isi BBM aslinya jauh sekali berbeda. Namun dia tidak dendam pada si pengutak-atik pesan itu.

Dalam broadcast yang menyatakan tim pemadam kebakaran (damkar) meminta harga untuk melakukan prosesi pemadaman tersebut, tercantum nama Paulinus. Paul merupakan ketua RT setempat. 

Dia lantas mengkonfirmasi bahwa bukan dirinyalah yang melakukan penyebaran kabar bohong itu, namun orang lain yang sampai saat ini ia belum ketahui identitasnya. Apakah kemudian Paul akan menuntut orang tersebut?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dalam keimanan saya tidak ada seperti dendam. Nggak ada masalah buat saya. Soal broadcast ini, mereka menambah-nambahkan dari hasil kekesalan dia. Saya tidak ada masalah," tegas Paulinus Tjoeng Riang (43), saat ditemui di kediamannya di Optik Karisma, Jl Muara Karang blok 4 z8 utara no 36, Penjaringan, Pluit.

Paul yang sudah memiliki 3 anak ini menganggap apa yang dilakukan oleh orang tersebut wajar. "Itu kan mungkin luapan kekesalan mereka terhadap Damkar. Kalau bilamana ada kata-kata yang membuat tersinggung, saya melihat dari sisi manusia saya itu adalah rasa kecewa mereka. Rasa kesal mereka. Meski mungkin saja yang menambahkan itu mungkin tidak di lokasi kejadian," tambahnya.

Ke depan, Paul tidak akan menuntut orang yang sudah mencemarkan nama baiknya itu. Baginya, kejadian ini adalah hal yang wajar terjadi. "Tapi kalau secara pribadi, saya masih memaklumi," pungkasnya.

Kepala Dinas Damkar dan PB DKI Jakarta, Paimin Napitupulu, saat jumpa pers di Restoran Bundo Sati, Jl Ridwan Rais, Jakarta, Senin (21/5) kemarin mengatakan petugas datang ke lokasi setelah 12 menit mendapat laporan dari warga. Diketahui, kebakaran tersebut terjadi pada pukul 21.45 WIB.

"Kita dapat laporan pukul 22.00 WIB dan 12 menit kemudian kita datang, dan api sudah besar," ujarnya.

Dikatakan Paimin, besarnya kebakaran akibat ruko tersebut menyimpan bahan yang mudah terbakar, seperti obat nyamuk hingga hair spray. Karena berembus kabar miring yang antara lain tentang negosiasi harga dengan petugas Damkar saat melapor, Ketua RT setempat bernama Paul yang ditengarai mem-broadcast pesan bisa memberikan klarifikasi hingga Rabu (23/5) besok.

Menurut data pihak Damkar, kebakaran tersebut menewaskan Ivan (10), Melina (12), dan Melisa (14). Melina dan Ivan diketahui tewas di lokasi kebakaran. Sedangkan Melisa meninggal di RS Atmajaya, Pluit.

(/nwk)


Berita Terkait