Paul Sebar BBM Kebakaran Muara Karang Guna Netralisir yang Tak Benar

Paul Sebar BBM Kebakaran Muara Karang Guna Netralisir yang Tak Benar

Dhurandhara - detikNews
Selasa, 22 Mei 2012 19:07 WIB
Jakarta - Berita kebakaran di Muara Karang yang menewaskan 3 kakak beradik, Rabu (16/5) membuat gempar. Namun bukan soal kebakarannya, melainkan adanya berita dugaan petugas pemadam kebakaran yang terlambat datang karena terdapat negosiasi harga serta petugas tersebut tidak membawa air saat datang ke lokasi.

Hal tersebut disinyalir yang menjadi penyebab kematian 3 kakak beradik tersebut. Adalah Paulinus Tjoeng Riang (43), Ketua RT setempat yang diduga menyebarkan informasi tersebut. Paul membenarkan dia mem-broadcast pesan di grup BlackBerry Messenger (BBM) guna menetralisir pernyataan yang tidak benar. Sayangnya pesan asli Paul diutak-atik orang tak bertanggung jawab sehingga pesan yang tersebar melenceng dari aslinya.

"Itu bukan tulisan saya, pernyataan saya, broadcast saya kepada teman-teman, saya kan hanya menetralisir pernyataan-pernyataan yang tidak benar. Saya ada di TKP waktu itu, dan pintu dalam keadaan terbuka. Kalau ada yang menyatakan dari pihak mana pun bahwa pintu itu terkunci, salah besar. Dari awal pun saksi yang pertama melihat, ada ibu itu buka pintu, minta tolong," ujar Paul saat ditemui detikcom di kediamannya Jl Muara Karang blok 4 Z8 Utara No 36, Penjaringan, Pluit, Jakarta Utara, Selasa (22/5/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Paul yang juga memiliki toko optik ini mengaku tidak berada langsung di tempat kebakaran pada saat api menyala.

"Saya sebenarnya datang agak telat, karena saya belum ada di lokasi sejak awal. Rumah di sini, tapi pada saat itu saya tugas di luar. Baru 5 menit kemudian saya datang," tambahnya.

Lokasi kebakaran terletak satu deretan dengan rumahnya yang merupakan ruko tempat penjualan sembako. Pada saat Paul datang, tim Damkar masih belum tampak di lokasi. Ketika petugas damkar datang pun, ia tak memperhatikan. Apalagi melihat tim Damkar membawa air atau tidak.
Β 
"Saya fokus di lantai 2 untuk evakuasi korban yang terjebak," kata Paul.

Mengenai isi broadcast, Paul mengaku hanya membantu untuk menetralisir berita yang sudah berkembang mengenai kronologi terjadinya kebakaran. Namun ia mengaku bukan pihak yang menyatakan bahwa pihak Damkar telat datang karena negosiasi harga.Β 

"Isi broadcast kan bisa ditambah, bisa dikurangi," ucapnya.

Kepala Dinas Damkar dan PB DKI Jakarta, Paimin Napitupulu, saat jumpa pers di Restoran Bundo Sati, Jl Ridwan Rais, Jakarta, Senin (21/5) kemarin mengatakan petugas datang ke lokasi setelah 12 menit mendapat laporan dari warga. Diketahui, kebakaran tersebut terjadi pada pukul 21.45 WIB.

"Kita dapat laporan pukul 22.00 WIB dan 12 menit kemudian kita datang, dan api sudah besar," ujarnya.

Dikatakan Paimin, besarnya kebakaran akibat ruko tersebut menyimpan bahan yang mudah terbakar, seperti obat nyamuk hingga hair spray. Karena berembus kabar miring yang antara lain tentang negosiasi harga dengan petugas Damkar saat melapor, Ketua RT setempat bernama Paul yang ditengarai mem-broadcast pesan bisa memberikan klarifikasi hingga Rabu (23/5) besok.

Menurut data pihak Damkar, kebakaran tersebut menewaskan Ivan (10), Melina (12), dan Melisa (14). Melina dan Ivan diketahui tewas di lokasi kebakaran. Sedangkan Melisa meninggal di RS Atmajaya, Pluit.

(/nwk)


Berita Terkait