PD Bantah Jika SBY Menang akan Ciptakan Instabilitas
Senin, 16 Agu 2004 15:35 WIB
Jakarta - Ketum Partai Demokrat, Budhisantoso, membantah pernyataan Wasekjen PDIP Pramono Anung yang memrediksi jika SBY menang dalam pilpres, maka akan terjadi instabilitas politik mengingat SBY hanya didukung Partai Demokrat (PD) yang hanya punya suara 7% di DPR."Itu nggak benar, politik kita bukan politik pengerahan massa," ujar Budhi usai menghadiri Deklarasi Koalisi Masyarakat untuk Pemenangan SBY-JK di Jakarta Media Center, Jl.Kebon Sirih, Jakpus, Senin (16/8/2004).Sebelumnya dilaporkan, Wasekjen PDIP Pramono Anung memrediksi jika SBY-JK terpilih pada pilpres 20 September mendatang akan menciptakan instabilitas politik karena hanya memiliki dukungan minim di parlemen ketimbang Megawati-Hasyim."Ya karena parlemennya didominasi oleh koalisi kuat yaitu PDIP, Golkar, PPP dan sebagainya. Pada pemerintahan masa lalu, presiden yang memiliki dukungan 35 persen saja bisa diganggu, apalagi kalau partai yang hanya memiliki 7% kursi di parlemen," ungkap Wasekjen Partai PDIP Pramono Anung.Budhisantoso menambahkan, parlemen itu bekerja dengan menggunakan hati nurani juga. "Jadi tidak asal membela partai," tegas pria bergelar profesor ini.Menurutnya, wakil rakyat yang baik akan mendahulukan kepentingan bangsa dan negara daripada kepentingan partai. "Koalisi 25% saja cukup, itu sudah bisa memenangkan parlemen. Dan lagi presiden sekarang kan dipilih langsung," ungkap Budhi. Mengenai koalisi, pihaknya saat ini telah melakukan pembicaraan dengan PKB, PKS dan PAN.Sementara menanggapi koalisi PDIP dan Golkar, Budhi berpendapat, akan bayak konstituen Golkar lari dan mendukung SBY-JK. "Tidak semua DPD mendukung Mega," ungkapnya. Budhi menyebutkan sejumlah DPD yang mendukung SBY, misalnya Jatim, Jateng dan Jabar.
(nrl/)











































