Mahasiswa Kecam Ketidaknetralan Aparat Poltabes Medan

Mahasiswa Kecam Ketidaknetralan Aparat Poltabes Medan

- detikNews
Senin, 16 Agu 2004 15:18 WIB
Medan - Sejumlah organisasi mahasiswa dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) mengecam ketidaknetralan Polri. Mahasiswa mengecam tindakan dua aparat Poltabes Medan yangh menghadiri pertemuan dengan mahasiswa dan secara tidak langsung meminta mahasiswa mendukung pasangan Megawati-Hasyim Muzadi.Pernyataan ini disampaikan sejumlah organisasi mahasiswa dan BEM se-Medan dalamdalam jumpa pers di Medan Club, Jl. Kartini, Medan, Sumatera Utara, Senin (16/8/2004).Jumpa pers ini dihadiri PMII Medan, Badko HMI Sumut, BEM Universitas Negeri Medan, BEM Universitas Panca Budi Medan, BEM Universitas Islam Sumut, BEM Universitas Al Azhar, Universitas Al Wasliyah, BEM Universitas Muhammadiyah Sumut, dan BEM Universitas Medan Area.Dijelaskan, kasus ini terungkap dari kesaksian mahasiswa yang menghadiri pertemuan yang digagas Forum Komunikasi Rakyat (FKR), yang merupakan tim sukses Mega-Hasyim di Medan. Pertemuan yang dihadiri 40-an orang digelar di sebuah rumah makan di Medan pada 24 Juli lalu.Selain tokoh FKR dan pengurus NU setempat, pertemuan ini juga dihadiriWakasat Intel Poltabes Medan AKP I Gusti KB Hasyi Surna dan anggota Intelpam Poltabes Medan Iptu M. Dalimunthe. Dalam pertemuan itu Ketua FKR Arwin Harahap meminta kepada 30-an mahasiswa yang hadir untuk memberikan dukungan kepada Mega-Hasyim di putaran kedua.Menurut Ketua PMII Medan Safriyal, berdasarkan keterangan seorang mahasiswa yang menghadiri pertemuan, AKP I Gusti KB Hasyi Surna menyatakan agar semua pihak mensukseskan pilpres kedua membedakan sendiri bagaimana rasanya jika dipimpin sipil dan militer. "Kalau dipimpin oleh militer maka mahasiswa tidak bebas melakukan aksi dan menyampaikan pendapat. Tapi kalau dipimpin sipil seperti pemerintah saat ini mahasiswa bebas melakukan aksi dan menyampaikan pendapat," ujar Sfariyal menirukan pernyataan Surna dalam pertemuan tersebut.Berkaitan dengan temuan kasus ini para pengurus organisasi mahasiswa dan aktivis BEM di Medan menyatakan mengecam tindakan aparat Polri yang tidak netral dalam pemilu presiden. Mereka juga mendesak Kapolri Jenderal Pol Da'i Bactiar agar legowo mengundurkan diri. (gtp/)


Berita Terkait