Gara-gara Lady Gaga, Ruhut & 2 Aktivis Muslim Adu Mulut Sengit

Gara-gara Lady Gaga, Ruhut & 2 Aktivis Muslim Adu Mulut Sengit

Mega Putra Ratya - detikNews
Selasa, 22 Mei 2012 16:09 WIB
Gara-gara Lady Gaga, Ruhut & 2 Aktivis Muslim Adu Mulut Sengit
Jakarta - Pertemuan Ormas Islam dan Komisi III DPR yang membahas konser Lady Gaga berakhir memanas. Saat anggota DPR Ruhut Sitompul meminta agar tidak ada aksi anarkis, tokoh Front Pembela Islam (FPI) Munarman langsung walk out.

Awalnya pertemuan Ormas Islam dan anggota Dewan berlangsung adem ayem. Ormas Islam yang terdiri dari perwakilan FPI dan FUI menyampaikan aspirasi menolak konser Lady Gaga yang bakal digelar 3 Juni 2012 mendatang. Anggota Dewan pun menyampaikan pandangan-pandangannya.

Tibalah giliran Politisi Partai Demokrat Ruhut Sitompul menyampaikan pendapatnya. Di akhir pendapatnya, Ruhut memberikan imbauan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Apa pun keputusan pemerintah harus dihormati dan jangan bertindak anarkis. Karena, kalau anarkis akan dibubarkan," kata Ruhut berapi-api.

Pernyataan Ruhut langsung disambut teriakan dari perwakilan Ormas. "Huuu...," sorak mereka.

Tokoh FPI Munarman bahkan angkat kaki keluar dari ajang pertemuan itu.

"Nggak mutu omongannya tinggalin saja," cetus Munarman yang bergegas keluar ruangan. Tiga orang aktivis FPI mengikuti langkah Munarman.

Wakil ketua Komisi III Nasir Jamil akhirnya menutup pertemuan tersebut karena waktunya sudah habis.

Pimpinan Taruna Muslim Indonesia, Alfian Tanjung dan Sekjen Miumi, Bachtiar Nasir, menyambangi Ruhut yang masih berdiri di samping mejanya. Mereka terlihat berdebat sengit.

Tiba-tiba Ruhut berteriak. "Kalian mau apa, saya hanya minta kalian jangan anarkis. Jangan anarkis. Saya ini intelektual," kata Ruhut sambil berteriak.

"Tenang, saya kan tidak teriak-teriak," balas Bachtiar.

Suasana tambah memanas dan ketiga orang itu saling berhadapan dan terus berdebat.

5 Pamdal DPR akhirnya masuk ke ruangan mencoba melerai. Ruhut lalu dikawal ke luar ruangan. Sementara itu, Alfian Tanjung dan Bachtiar ikut keluar ruangan dengan jalur pintu keluar yang berbeda.

"Urusan apa dia bilang kita anarkis. Kita kan sudah argumentatif dan diskriptif. Kita di sini adu gagasan dan aspirasi. Saya tersinggung. Itu ancaman, itu hidden represif," kata Alfian.

(aan/gah)


Berita Terkait