Untuk pertama kalinya, pihak keluarga melihat korban kecelakaan pesawat Sukhoi Superjet 100. Salah seorang kerabat menceritakan bagaimana jenazah yang tergolong tidak utuh itu dikemas di peti mayat.
"Jenazah Edward dilapisi plastik lalu ada kain putih lalu ditutup dengan batik. Sudah dimasukkan ke dalam peti mati. Tapi saya sendiri tidak melihat mukanya," tutur Ebenhart Panggabean usai melihat jenazah kakaknya Edward Panggabean di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (22/5/2012).
Plastik dibutuhkan dalam pengemasan supaya jasad bisa rapi. Ebenhart mengaku bersyukur jenazah kakaknya masih relatif utuh dibanding yang lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ebenhart datang bersama 3 keluarga lainnya. Mereka tampak tabah menerima takdir Edward Panggabean yang meninggal dunia karena pesawat Sukhoi Superjet yang ditumpanginya dalam joy flight menabrak Gunung Salak.
(riz/gah)











































