"Alhamdulillah bapak, istri dan 3 anak kami, sudah melihat jenazah dari Ismie. Tidak ada kesulitan dari pihak DVI maupun pihak rumah sakit untuk kami melihat dari jenazah," ujar ayah Ismie, Sikun Hadisunarto, di RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur, Selasa (22/5/2012).
Menurut Hadi, keluarganya mendapatkan kesempatan selama 30 menit untuk melihat jenazah Ismie. Di dalam ruang jenazah, dirinya bersama istri dan anak-anaknya memanjatkan doa untuk Ismie.
"Kami membaca doa dan puas melampiaskan perasaan yang kami rasakan selama tidak bertemu dengan Ismie," terangnya.
Rencananya, setelah dilakukan serah terima kepada pihak keluarga di Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur, pada Rabu besok, keluarga akan langsung membawa jenazah Ismie. Selanjutnya jenazah segera dimakamkan di pemakaman Griya Serdang Indah, Desa Margatani, Kecamatan Kramat Watu, Serang, Banten.
"Surat-surat kematian dan sertifikasi sudah saya terima," kata Hadi dengan nada sedih.
Ismie adalah salah satu dari 45 orang yang ikut penerbangan joyflight Sukhoi SuperJet 100. Sebelum berangkat melakukan joyflight, Ismie sempat meminta doa kepada ayahnya. Ismie juga mengaku juga sedikit deg-degan karena baru pertama kali naik pesawat.
"Waktu itu dia liputan malam, dia bilang minta didoain, mudah-mudahan lancar selamat," kata ayah Ismie, saat ditemui di terminal kedatangan Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Kamis (10/5) lalu.
(tfq/)











































