Pengamatan detikcom, Selasa (22/5/2012), sekitar 10 perwakilan FPI dan FUI masih menunggu di sekitar ruang rapat Komisi III DPR hingga pukul 14.15 WIB.
Tokoh FPI, Munarman, menegaskan FPI tidak ingin diadu domba oleh kepolisian. "Umat Islam yang tergabung dalam FUI tidak mau diadu domba dengan polisi. Yang kita pegang, rekomendasi dari Polda yang tidak memberikan izin," kata Munarman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut dia, kedatangan FPI dan FUI ingin meluruskan tudingan yang menyebut FPI menekan kepolisian untuk membatalkan konser Lady Gaga.
"Nanti kan komisi III akan memanggil Kapolri akan mempertanyakan penolakan konser Lady Gaga ke Indonesia. Saat ini seolah banyak pihak menyatakan polisi ditekan. Kita mau menjelaskan kita tidak menekan kepolisian," papar dia.
Jika konser tetap berlangsung? "Kita pokoknya berpegang pada rekomendasi Polda. Kemungkinan diizinkan itu kan tafsir. Tidak usah berjika-jika atau berandai-andai, faktanya saja dulu," jawab Munarman.
Ia berpendapat seharusnya umat Kristiani yang marah atas rencana digelarnya konser Lady Gaga.
"Di Korea, yang menolak itu Pastor. Di Filipina yang menolak juga umat kristiani. Mestinya berterima kasih kepada kita. Tetapi malah kita yang diserang umat Islam, kan aneh. Mestinya kita didukung oleh umat Kristiani," kata dia.
Munarman bahkan mengaku ada pihak yang mencoba menyuap FPI. Namun demikian, ia enggan membocorkan pihak yang dimaksudnya tersebut.
"Tetapi jangan coba-coba menyuap kita. Tidak etis disebutkan," kata dia.
Mengenai FPI yang memborong 150 tiket, Munarman membantahnya. "Setahu saya itu masyarakat, bukan anggota FPI," ucap dia.
(aan/)










































