Kegusaran Ical tak lain karena fakta politik belum memungkinkan penetapan capres Golkar dipercepat. Sejumlah sumber detikcom di internal Golkar mengungkap kenyataan pahit bahwa survei internal belum menunjukkan hasil yang membahagiakan terhadap pencapresan Ical. Sumber tersebut bahkan mengungkap survei internal Golkar yang terakhir menunjukkan tingkat elektabilitas Jusuf Kalla masih di atas Ical.
Rendahnya elektabilitas Ical dibandingkan Jusuf Kalla dalam survei internal Golkar tidak dibantah Ketua DPP Golkar Hadjrianto Tohari. Namun tokoh penting Golkar yang masuk dalam ring 1 Ical ini menegaskan bahwa survei bukanlah satu-satunya jalan menetapkan capres Golkar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fakta politik ini dirasa kurang menguntungkan rencana pencapresan Ical. Alih-alih menunggu hasil survei yang lebih valid, Ical memutuskan percepatan pencapresannya melalui Rapimnasus Golkar. Rapimnasus Golkar tetap digelar bulan Juli mendatang, meski sempat ditentang oleh Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tandjung.
Namun dalam pandangan Hadjri, tak ada alasan untuk menunda Rapimnasus Golkar. Karena mayoritas DPD I dan II Golkar sudah mendukung pencapresan Ical.
"Secara internal Pak Ical paling didukung DPD," kata Hadjri.
Sementara banyak kalangan Golkar yang masih mendorong pencapresan Jusuf Kalla. Meskipun Ical telah tegas menutup peluang pencapresan Jusuf Kalla. Pendukung JK yang mendukung pencapresan JK pun mencarikan 'kuda' tunggangan bagi JK. Ada selentingan di internal Golkar, JK akan nyapres bersama Partai Nasdem, atau minimal menyatu dengan Surya Paloh yang sama-sama disisihkan Ical. Bagi Hadjri, pilihan terbuka bagi JK, dengan segala konsekuensi bagi Golkar.
"Dalam demokrasi semua orang memiliki hak memilih dan dipilih. Ini politik. Dalam politik tidak ada rugi, tidak ada untung. Yang ada pengabdian,"kata Hadjri.
Percepatan Rapimnasus Golkar menguak fakta penting kekhawatiran besar Ical terhadap kedigdayaan Jusuf Kalla yang semakin tua semakin berisi. Pendukung Jusuf Kalla di internal Golkar tak bisa dianggap remeh. JK bahkan mendapatkan dukungan dari Akbar Tandjung dengan kekuatan yang tak bisa disepelekan. Apakah percepatan pencapresan Ical akan berpengaruh langsung terhadap soliditas Golkar?
(van/ndr)











































