Ical Temui Dubes RI dan WNI di Australia

Laporan dari Australia

Ical Temui Dubes RI dan WNI di Australia

- detikNews
Selasa, 22 Mei 2012 02:17 WIB
Ical Temui Dubes RI dan WNI di Australia
Canberra, - Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie berkunjung ke Australia. Ical yang menggelar pertemuan dengan sejumlah pihak menyempatkan bertemu dengan Dubes RI dan WNI di Australia.

"Kami bertemu dengan jajaran pemerintah Australia sebagai suatu kunjungan setelah kunjungan ke negara-negara lain seperti Tiongkok yang diterima oleh Wakil Presiden yang akan segera menjadi presiden, kemudian Thailand, Timor Leste, dan kemarin Singapura," kata Ical dalam sambutannya di rumah dinas Dubes RI di Canberra, Australia, Senin (21/5/2012).

Ical pun menyampaikan keperluan kunjungan ke Australia. Termasuk bertemu sejumlah pejabat tinggi Australia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Besok dengan PM Australia, tadi dengan Menlu Australia. Tujuan kunjungan ini untuk minta bentuk kerjasama dan seterusnya dari mereka tentang apa yang dilakukan, apa pendapat mereka tentang Indonesia. Tadi kita sampaikan ucapan terimakasih tentang travel advise sehingga memungkinkan perjalanan Australia dengan Indonesia," ungkapnya.

Dia lantas menyampaikan tujuan kunjungan dia ke sejumlah negara. Antara lain berbagi informasi kebijakan pemerintah di sejumlah negara menyangkut kepentingan rakyat.

"Bagaimana masalah kita bicarakan salah satunya dengan PM Singapura tentang kenaikan harga minyak. Tentang kemungkinan kenaikan BBM itu di satu pihak Indonesia tidak bisa mendapat border yang begitu besar dari kenaikan harga dunia," kata Ical.

Ical lantas menyampaikan landasan Golkar mendukung pemerintah diberi kewenangan menaikkan BBM. Meskipun penolakan terhadap kenaikan harga minya sangat tinggi.

"Pemerintah harus punya suatu kewenangan untuk menaikkannya. Pada harga sekarang maka APBN di Indonesia masih sanggup menanggung sebesar itu. Problematikanya adalah subsidi listrik yang baik lebih dari 100 persen. The problem bukan pada BBM tapi pada listrik yang memakai begitu besar pemakaian listrik di Indonesia,"katanya.

(gus/van)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads