Hal ini disampaikan mantan Wakil Presiden Republik Indonesia, HM Jusuf Kalla pada seminar ‘The Dancing Leader’ di Grand Ballroom Hotel Sintesa Peninsula Manado, Senin (21/5/2012).
“Lihat negeri tirai bambu Cina, mereka berkembang dengan pesat di segala bidang karena pemimpinnya kuat dan mempunyai visi ke depan,” ujar Jusuf Kalla saat membuka seminar, siang tadi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Seorang pemimpin mengatakan jangan korupsi, nyatanya dia korupsi. Pastinya orang tidak percaya,” terangnya dengan gaya bicara blak-blakan.
JK memberi contoh, saat dirinya menjadi seorang pemimpin yang mengambil kebijakan mengganti minyak tanah dengan gas elpiji. Bagi semua orang, kebijakan itu tidaklah populer. Tapi dengan perhitungan yang cermat dalam menyelamatkan APBN, sekarang ini hampir 85 persen penduduk Indonesia telah menggunakan gas elpiji.
“Disinilah mentalitas pemimpin diuji, awalnya banyak yang demo, tapi akhirnya masyarakat merasakan manfaatnya. Banyak negara yang kini mencontoh Indonesia,” contohnya.
Seminar ‘The Dancing Leader’ digelar untuk memperingati HUT ke-16 Radio Smart FM, dengan menghadirkan pakar komunikasi politik Effendy Ghozali sebagai moderator. Para peserta berasal dari kalangan birokrat, PMI, pebisnis dan mahasiswa dari beberapa universitas di Manado.
Pada kesempatan tersebut, Chairman Smart FM Network Fachry Mohamad memberikan cinderamata kepada JK, berupa gambar karikatur dirinya diakhir acara. Secara terpisah, Fachry sengaja mengundang JK sebagai narasumber karena Ketua PMI ini dinilai sebagai tokoh yang memiliki kapasitas sebagai pemimpin sekaligus enterpreneur.
"Figur pemimpin yang dapat memberikan inspirasi kepada masyarakat, hanyalah kepada beliau. Dan itu sesuai dengan visi Smart FM sebagai pemberi inspirasi bagi bangsa,” tuturnya.
(van/van)











































