Penggalian dilakukan warga di pemakaman lahan wakaf di Kampung Bambon, Desa Ragajaya, Pabuaran, Bojonggede, Kabupaten Bogor, Senin (21/5/2012).
"Almarhum meninggal kerena sakit diabetes di RS Cibinong. Kami satu majelis jamaah dakwah tabligh di Kebon Jeruk, di Hayam Wuruk, Jakarta. Almarhum juga dikenal sebagai ustad di kalangan jamaah tabligh,β ujar Taufan, teman almarhun di lahan pemekaman Kampung Babon kepada detikcom.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Taufan, yang ditunjuk oleh teman-teman sejamaah dengannya sebagai juru bicara, dipengaruhi oleh seseorang tokoh masyarakat setempat yang tidak sepaham dengan mereka. Puluhan warga kemudian menolak pemakaman Abdurrahman di tanah wakaf milik Abdul Rozak ini dengan alasan almarhum bukan warga kampung setempat.
"Beda kampung. kami makamkan di Kampung Bambon, tapi rumahnya sebenarnya di Desa Pabuaran, karena almarhum di luar kampung reaksinya warga yang menolak, ada tokoh masyarakat yang nggak sepaham, lalu dari anggota ahli keluarga wakaf juga demikian," ungkapnya kepada wartawan.
Alhasil, himpunan pengajian dan sahabat Abdurrahman menggali kembali makamnya dan memindahkannya ke TPU di Desa Pabuaran. βKami sudah berbicara dengan pak lurah, rombongan kami agar bisa menahan diri dengan penolakan warga, hanya beberapa orang yang menggali tadi," sebut Taufan.
Dari pantau detikcom di TKP proses penggalian makam tersebut dilakukan oleh puluhan anggota jamaah tabligh dan personil kepolisan Polresta Depok. Satu unit mobil ambulan disiagakan. Puluhan personel dari Polresta Depok ikut memberikan pengawalan ketat dari hal-hal yang tidak diinginkan.
(van/van)










































