Kakak Henny, Firdaus, kepada detikcom mengatakan, belum ada pemberitahuan mengenai santunan dan bantuan yang akan diberikan maskapai tempat Henny bekerja, Sky Aviation. Besarnya santunan yang akan diberikan pemerintah pun belum ada informasi.
“Baik perusahaan atau pemerintah belum ada yang memberikan informasi ke keluarga,” kata Firdaus kepada detikcom, Senin (21/5/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Saya harap ada informasi yang jelas ketika berada di Jakarta,” ujar Firdaus.
Firdaus mengungkapkan, perusahaan dan pemerintah harus membantu keluarga, mulai dari serahterima jenazah, proses pengiriman jenazah, hingga Henny tiba di rumah duka di Lampung.
“Perusahaan dan pemerintah harus menunjukkan tanggungjawabnya,” ujar Firdaus.
Firdaus beserta Orang tua Henny, Nurlela dan Suja’i berangkat langsung menuju Jakarta untuk melihat dan menerima jenazah Henny. Polri mempersilahkan keluarga melihat jenazah para korban Sukhoi di RS Polri Jakarta, Selasa (22/5/2012). Sedangkan serah terima jenazah akan dilangsungkan di Bandar Halim Perdanakusuma, Rabu (23/5/2012).
“Kita menginap sementara di rumah salah satu keluarga di Jakarta. Baru keesokan harinya menuju RS Polri untuk melihat jenazah Henny,” kata dia.
Usai serah terima, jenazah Henny langsung diterbangkan ke Bandara Raden Intan Lampung. Dari bandara, jenazah langsung dibawa ke Talang Padang, Kabupaten Tanggamus, tempat orang tua Henny, untuk dimakankan. Menurut Firdaus, semua biaya dan tanggungjawab mengantarkan jenazah ini akan ditanggung oleh Sky Aviation.
Henny adalah putri bungsu pasangan Nurlela dan Suja’i. Perempuan kelahiran Lampung 8 Juni 1983 ini baru bekerja di Sky Aviation selama 6 bulan terakhir. Sebelum bekerja di Sky Aviation, Henny juga pernah bekerja di Adam Air dan Sriwijaya Air. “Henny menjadi pramugari sudah hampir 8 tahun,” kata dia.
(van/van)










































