"Memprihatinkan, sudah swasembada beras sekarang pada impor. Laut seluas itu, garam tinggal ngeringin air laut, mesti impor. Sebenarnya sudah nggak benar, salahnya dimana?" terang Titiek di sela-sela mendampingi Ical dalam kunjungan di Canberra, Australia, Senin (21/5/2012).
Menurut Titiek, seharusnya pemerintah bisa berbuat banyak menyangkut kesejahteraan petani dan nelayan. Salah satunya dengan mencontoh sejumlah kebijakan orba yang berhasil.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peran Bulog juga didorong Titiek lebih maksimal. ""Mestinya ada peranan bulog apa sih sebenarnya. Ya sudah ngurusin beras saja. Jangan yang lain . Lembaga ada tapi dia sendiri giginya sudah nggak ada,"dorongnya.
Sementara di internal Golkar dia terus melakukan pengkajian. Mencari solusi agar nasib petani dan nelayan dapat lebih sejahtera.
"Kita terus bahas dari semua bidang. Intens ke depan juga lagi bikin blueprint. Programnya seperti dulu zaman orba bisa kan sekarang nggak bisa. Keadaan sekarang tinggal nyontek saja. Petani dilepas begitu saja nggak ada penyuluhan. Dulu ada pupuk semua subsidi sampai petani,"jelas Ketua DPP bidang Pertanian dan Kelautan di Golkar ini.
(van/van)











































