Informasi detikcom menyebutkan, bom rakitan itu ditemukan oleh seorang pedagang Desa Paya Dua, Kecamatan Seunuddon, Muhammad (39), tak jauh dari rumahnya, Senin (21/5/2012).
"Ditanam 25 meter dari rumah yang menemukan, tepatnya di Jalan Pertigaan, Desa Paya Dua Ujung, Kecamatan Seunuddon," kata anggota Babinsa Koramil setempat, Serma Mustafa, yang menerima laporan adanya bom tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dandim 0103 Aceh Utara Letkol Inf Agus Tri Antoni kepada detikcom menyatakan, bom tersebut masih aktif, berbobot 55 kg, panjang 65 cm dan diameter 15 cm. Ia mengimbau agar warga waspada terhadap adanya bahan peledak berbagai jenis sisa konflik yang masih tertanam di wilayah Kabupaten Aceh Utara, khususnya di kebun-kebun.
"Jika ada yang menemukan, segera melaporkan keberadaan bahan peledak itu kepada aparat keamanan terdekat, sehingga tidak terjadi korban jiwa akibat bom itu," jelas Agus Tri Antoni.
Dari catatan Makodim, pada 15 Mei lalu, jajaran kodim Aceh Utara telah menemukan bom tabung pelontar di Kecamatan Simpang Kramat, Aceh Utara. Saat ini pihaknya sudah mengamankan 4 jenis bahan peledak berbagai jenis di Makodim setempat.
Sebelumnya, pada Februari lalu, seorang petani karet asal Simpang Kramat, Kabupaten Aceh Utara tewas mengenaskan setelah memukul bom tabung pelontar itu karena mengira benda tersebut bukan bahan peledak.
(try/try)











































