"Seperti Lady Gaga, boleh orang nggak sepakat atau tidak, tapi mengancam jangan. Kita negara hukum," kata Ical dalam kunjungan di Canberra, Australia, Senin (21/5/2012).
Ical menegaskan, kalau pada akhirnya Lady Gaga diizinkan konser di Indonesia, tidak bisa kemudian pihak yang menolak melakukan tindakan anarkis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hak setiap orang untuk suka atau tidak suka pada Lady Gaga. Tapi jangan ada kekerasan. "Tindakannya yang anarkistis, itu yang kita hambat," tuturnya.
Apabila ada ormas, yang nekat melakukan kekerasan. Hukumnya tindak tegas ormas tersebut. "Cara mengatasinya adalah tindak tegas," ungkapnya.
(gus/ndr)











































