"Sudah ada yang ngontak, peneliti Jerman dan Singapura, dan negara-negara lain," kata Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana, Andi Arief, kepada detikcom di kantornya, Jl Veteran, Jakarta, Senin (21/5/2012). Andi mengkoordinasi para peneliti yang tergabung dalam Tim Terpadu Penelitian Mandiri Gunung Padang.
Menurut Andi, para peneliti asing itu tertarik karena situs Gunung Padang menyimpan potensi sumber ilmu pengetahuan baru soal sejarah Indonesia, bahkan dunia. Mereka juga ingin mengetahui soal latar belakang bangunan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita akan membuka diri untuk masalah kaidah intelektual. Tapi untuk membantu proses penggalian atau penelitian, kita masih mampu," tegasnya.
Sekadar informasi, tim terpadu ini terdiri dari 30 orang dengan berbagai latar belakang. Andi Arief bersama rektor UI Gumilar Sumantri dan ahli lainnya duduk sebagai tim pengarah. Sedangkan untuk tim teknis, dikomandoi oleh Arkeolog UI Ali Akbar dan Danny Hilman untuk urusan geologi. Diketahui situs Gunung Padang merupakan sebuah punden berundak. Bangunan itu dibangun di masa prasejarah.
(mad/ndr)










































