"Setelah kami telusuri, itu tidak benar. Anggota kami sampai marah karena sudah mencoba untuk menolong tetapi malah dibilang ada isu negosiasi harga," kata Kepala Dinas Damkar dan PB DKI Jakarta, Paimin Napitupulu, saat jumpa pers di Restoran Bundo Sati, Jl Ridwan Rais, Jakarta, Senin (21/5/2012).
Ia menambahkan kalau petugas datang ke lokasi setelah 12 menit mendapat laporan dari warga. Diketahui, kebakaran tersebut terjadi pada pukul 21.45 WIB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikatakan Paimin, besarnya kebakaran akibat ruko tersebut menyimpan bahan yang mudah terbakar, seperti obat nyamuk hingga hair spray.
"Begitu kita sampai sana api sudah besar, dan sempat selamatkan 1 korban, namun dia meninggal di rumah sakit," lanjut Paimin.
Mengenai jarak pos yang hanya berkisar 300 meter dengan lokasi kebakaran, Paimin membenarkan. Namun, karena kendaraan harus memutar maka jarak yang ditempuh jadi lebih jauh.
"Kalau jarak memang benar sekitar 300 meter, tapi kan kita harus memutar karena ada kali di sana. Jadi kalau ada yang bilang kita 30 menit baru sampai lokasi tidak benar," tukasnya.
Paimin menduga kabar miring yang beredar di jejaring sosial dan BlackBerry Broadcast Messages (BBM) dikeluarkan oleh ketua RT di lokasi kejadian. "Info nya dari ketua RT setempat, namanya Paulinus. Kita minta agar dia klarifikasi soal ini, sampai Rabu lusa" ungkap Paimin.
Paimin menjelaskan, isi dari kabar miring tersebut ada 3 hal yaitu:
1 Adanya negosiasi harga dengan petugas damkar saat melapor.
2 Damkar terlambat datang, dan baru datang 30 menit kemudian.
3 Mobil yang berisi air kosong.
"Silakan di cek, mobil selalu diisi air 24 jam. Yang dikira dia, kosong itu mobil lampu untuk penerangan karena kejadian malam," tutup Paimin.
Menurut data pihak Damkar, kebakaran tersebut menewaskan Ivan (10), Melina (12), dan Melisa (14). Melina dan Ivan diketahui tewas di lokasi kebakaran. Sedangkan Melisa meninggal di RS Atmajaya, Pluit.
(/)










































