Setiaji, warga Pucang Gading, Semarang hanya bisa menangis di depan toko optik di Jalan Majapahit, Senin (21/5/2012), tepatnya pukul 06.45 WIB. Anaknya, Wiby Purwanto, tewas seketika terlindas truk tangki air.
Setiaji mengetahui anaknya mengalami kecelakaan saat hendak pulang dari pasar. Awalnya ketika melintas di Jalan Majapahit ia melihat kerumunan orang di lokasi kecelakaan.
"Saya lanjut jalan, tapi di tengah perjalanan perasaan saya tidak enak dan saya balik ke sini (lokasi) dan ternyata yang kecelakaan anak saya," katanya sambil menangis di lokasi kejadian, Senin (21/5/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pengendara motor langsung jatuh dan terlindas ban truk," ungkap salah satu saksi mata, Saiful.
Setelah menabrak siswa kelas XI tersebut, truk tidak langsung berhenti namun justru melaju dengan cepat. Warga yang melihat kejadian itu tersebut langsung mengejarnya.
"Truknya sempat lari tapi tertangkap di depan BLKI, 200 meter dari sini (lokasi)," ujar saksi lain, Bogi Wawan.
Wiby tewas dalam kondisi mengenaskan dan masih mengenakan helm putih TRX full face. Jenazah saat ini dibawa ke RS Kariadi Semarang. Sementara itu truk tangki dan sopirnya diamankan di Polsek Semarang Timur.
Kejadian tersebut sempat menarik perhatian pengguna jalan dan membuat macet jalan yang saat itu kondisinya sedang padat.
(alg/trw)










































