"Ini satu kelas, satu model dengan Situs Lebak Sibedug," kata Nina yang juga Guru Besar Sejarah Unpad saat berbincang, Senin (21/5/2012).
Nina menjelaskan, situs Gunung Padang selama ini memang dikenal peninggalan tradisi megalitikum. Seperti halnya Situs Lebak Sibedug, yang merupakan tempat pemujaan. Lebak Sibedug ditemukan batu-batuan seperti halnya di Situs Gunung Padang.
Diketahui, batuan di situs Lebak Sibedg merupakan batuan andesit sisa letusan gunung berapi. "Tim Katastropik purba pernah presentasi bahwa Situs Gunung Padang itu ditemukan magma beku," tuturnya.
Masyarakat pra sejarah, lanjut Nina, dahulu menciptakan bangunan punden berundak sebagai tempat pemujaan. Batu-batu sisa letusan itu, ditata sedemikian rupa. Situs Gunung Padang dan Situs Lebak Sibedug, sama-sama berada di perbukitan. Penggalian di Situs Gunung Padang dilakukan sejak 15 Mei lalu. Tim arkeologi sudah menemukan gerabah dan tembikar di kawasan itu.
"Jadi di nusantara ini, tempat-tempat peribadatan, dengan menggunakan fenomena alam, seperti ini banyak. Masyarakat dahulu memanfaatkan fenomena alam, dengan mengatur dan menata batu yang sudah ada. Bukan orang membangun batu ditumpuk-tumpuk," terangnya.
(ndr/)











































