Ingatkan Makan Pagi Jadi Kenangan Terakhir Adik Edward Korban Sukhoi

Ingatkan Makan Pagi Jadi Kenangan Terakhir Adik Edward Korban Sukhoi

Dhurandhara HKP - detikNews
Senin, 21 Mei 2012 07:20 WIB
Jakarta - Jatuhnya pesawat naas Sukhoi Superjet, Rabu (9/5) silam di Gunung Salak menyisakan beberapa cerita dari pihak keluarga korban. Salah satunya keluarga Edward M Panggabean, yang ikut menumpang pesawat tersebut.

Uneng Panggabean adik Edward, menceritakan bagaimana detik-detik terakhir sebelum pesawat tersebut jatuh. Dia mengaku masih sempat menghubungi Edward pada saat sebelum penerbangan dimulai.

"Jam 10 pagi masih ngobrol. Dia cerita, ada pesawat baru dari Rusia dan diajak ikut flight. Waktu yang flight kedua ikut lagi," ujar Uneng saat berbincang dengan detikcom, Minggu (20/5/2012) malam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Karena pagi, saya sempat ingatkan sarapan. Jangan lupa makan. Masih tegur sapa, dan biasanya memang kita sering mengingatkan supaya tidak lupa makan," kenang Uneng.

Edward merupakan anak keempat dari tujuh bersaudara. Namun Edward lah yang merupakan anak laki-laki pertama. Ayah dan satu adiknya sudah lebih dulu meninggal sebelumnya. Meskipun asli Medan, namun keluarga ini sudah berdomisili di Duren Sawit, Jakarta Timur semenjak kecil.

Edward sendiri sudah lama bergelut dalam bisnis penerbangan. Indo Asia merupakan bisnis yang dikembangkan Edward bersama Rully Darmawan, yang juga merupakan salah satu korban SSJ 100.

"Sudah lama di Indo Asia, bareng Pak Rully dan teman-teman mereka juga. Ngajak join mereka dan patungan buat usaha. Mereka ini teman lama dari SMA," tambah Uneng.

(fdn/fdn)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini