Saat mencari cacing, Minggu (20/5) sore, dinding penahan drainase setinggi 2 meter dengan ketebalan 30 centimeter tiba-tiba ambrol menimpa tubuh Sugianto. βAda yang melihatnya tengah mencari cacing, dan tiba-tiba dinding ini roboh. Kami berlari mencoba menolong tapi tak mampu karena dinding cukup berat,β kata Suhaimin, warga sekitar yang melihat kejadian.
Warga bergegas mencari pertolongan. Evakuasi berlangsung cukup lama karena posisi tubuh Sugianto sulit dijangkau tim SAR dari PT Batubara Bukitasam. Penyebab ambrolnya dinding beton drainase diduga karena tekanan air akibat hujan deras di Tanjungenim.
(/)











































