Warga Buyat Beri Kado Mabes Polri

Warga Buyat Beri Kado Mabes Polri

- detikNews
Senin, 16 Agu 2004 11:16 WIB
Jakarta - Sebanyak 17 warga Buyat mendatangi Mabes Polri, Jl.Trunojoyo, Jaksel, Senin (16/8/2004). Mereka datang sambil membawa kado.Kado itu sebagai penghargaan kepada polisi yang telah menangani kasus pencemaran di Teluk Buyat dengan hati nuraninya. Kado itu berupa bingkai kayu berukuran 2x1 meter.Bingkai itu berisi kumpulan kliping dari media cetak nasional yang berisi berita tentang Buyat. Di atas bingkai itu ada tulisan "Ingat Tragedi Buyat" di tengah bingkai dicantumkan juga puisi berjudul "Buyatku". Berikut kutipan puisi itu:Polisiku, kami bangga kepadamuSelamatkanlah pantai kamiTeluk Buyat nan indahPolisiku, kami hargai engkauHanya jiwamu di hatikuJalanlah sesuai nuranimuKami hargai engkau, polisikuHargai juga kami polisikuMasyarakat Buyat di sisimuTerimalah salam kami padamuPuisi itu dibacakan seorang warga Buyat, Zuhrah, yang juga membawa karangan bunga. Rencananya bunga dan bingkai kayu itu diserahkan langsung ke Kapolri. Namun Kapolri saat ini berada di Gedung DPR sehingga warga Buyat masih menunggu.dr Jane Pangemanan dari Yayasan Sahabat Perempuan yang mendampingi warga Buyat menyatakan, penghargaan terhadap polisi itu karena polisi telah berani mengusut kasus ini dan menyatakan ada pencemaran di sana."Kami mendapat hasil penelitian yang dilakukan Mabes Polri yang menyatakan biota laut, sedimen, air, di Buyat, positif mengandung logam berat, tidak cuma merkuri," kata Jane.Sedangkan Iskandar Sitorus dari LBH Kesehatan menyatakan, lembaganya memberikan dukungan pada Polri dan berharap Polri dapat memroses kasus ini lebih cepat karena di Buyat sudah terjadi kejahatan kemanusiaan.Dia menyangkal pernyataan Palmer Situmorang, pengacara Newmont, bahwa di Buyat tidak ada penyakit minamata. Karena menurut Iskandar, penyakit yang dialami warga Buyat lebih parah dibanding minamata."Minamata hanya 1 logam berat yaitu merkuri. Sedangkan Buyat Desease terdapat empat logam berat yaitu merkuri, mangan, sianida dan arsen,"demikian Iskandar. (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads