"Kami dapat informasi yang cukup melegakan keluarga," ujar Uneng Panggabean, adik Edward, di RS Polri, Kramatjati, Jakarta Timur, Sabtu (19/5/2012).
Namun Uneng enggan menyebut apakah kabar melegakan itu artinya Edward adalah salah satu dari 15 jenazah yang sudah teridentifikasi. Menurut Uneng, dia tidak punya kewenangan merilis nama jenazah yang telah teridentifikasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meskipun 15 jenazah sudah teridentifikasi, bukan berarti jenazah bisa dibawa pulang keluarga. Hal itu karena bagian-bagian tubuh jenazah harus disatukan lengkap terlebih dahulu.
Uneng berterima kasih kepada Tim DVI yang banyak membantu proses identifikasi jenazah. Dia berharap jenazah korban bisa segera diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.
"Semoga kita harap bisa cepat agar bisa disemayamkan dengan baik di Pondok Kelapa," tambah Uneng.
Beberapa hari lalu keluarga dipanggil tim DVI untuk mencocokkan data. Setelah melihat foto-foto korban yang dievakuasi, mereka yakin Edward termasuk salah satu di antaranya. Keyakinan itu muncul setelah mereka melihat foto tato kepala suku Apache di lengan kanan atas salah satu jenazah.
Keluarga korban lainnya, Darwin Pelawi, juga menyambangi RS Polri pada Sabtu siang ini. Kakak ipar Darwin, Abneir Pelinginting, kembali menyerahkan sejumlah foto untuk diserahkan kepada Tim DVI.
Abneir datang ke RS Polri atas inisiatif sendiri. Sebab hingga saat ini keluarga belum mendapat informasi soal identifikasi jenazah Direktur Operasional Pelita Air Service itu.
"Sebelumnya sudah kasih foto juga di Bandara Halim. DNA juga pernah diambil dari anaknya. Sebenarnya sudal lengkap semua. Ini kalau ada yang masih diperlukan, kita bersedia menyerahkan," ujar Abneir.
Jika nantinya jenazah Darwin telah teridentifikasi dan dibolehkan dibawa pulang,keluarga akan segera memakamkannya di kompleks pemakaman San Diego Hills, Karawang, Jawa Barat,
(/mok)










































