Berkaca dari Kebangkitan China, Kebudayaan Harus Jadi Panglima

Berkaca dari Kebangkitan China, Kebudayaan Harus Jadi Panglima

Sukma Indah Permana - detikNews
Sabtu, 19 Mei 2012 11:36 WIB
Jakarta - China dewasa ini menjadi kekuatan baru yang tidak bisa diremehkan. Produk-produk China menguasai pasaran berbagai negara. Kebangkitan China dinilai terjadi karena kebudayaan telah dijadikan sebagai panglima.

"Kebudayaan itu harus jadi panglima di tahun 45-65 bahkan hingga tahun 2012. Saya percaya kebangkitan nasional China, Jepang, Amerika Latin karena mereka menyadari potensi kebudayaannya," ujar politikus Budiman Sudjatmiko.

Hal itu disampaikan dia dalam diskusi yang digelar Sindo Radio dalam diskudi bertajuk 'Kebangkitan Nasional Terancam' di Restoran Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (19/5/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Budiman, saat ini Indonesia tidak punya data base kebudayan yang jelas. Hal ini patut disayangkan. "Jangan-jangan ini adalah persekutuan antar kebudayaan saja," imbuhnya.

Di kesempatan yang sama, budayawan Radhar Panca Dahana, setuju jika budaya dijadikan panglima. Hanya saja hal itu menurutnya hanya terdengar sebagai jargon semata. Sebab orang-orang budaya tidak pernah diikutsertakan dalam pembuatan kebijakan.

"Saya kalau datang di acara-acara seperti ini hanya jadi dakocan. Ya, inilah budayawan. Seolah-olah hanya menjadi hiasan-hiasan, manekin. Budaya harus dilibatkan secara konstitutif," ujarnya.

(/mok)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini