Pelantikan Anggota DPRD Buleleng Diwarnai Unjuk Rasa

Pelantikan Anggota DPRD Buleleng Diwarnai Unjuk Rasa

- detikNews
Senin, 16 Agu 2004 10:58 WIB
Singaraja - Pelantikan 45 anggota DPRD Kabupaten Buleleng, Bali, Senin (16/8/2004) pukul 10.00 WITA, diwarnai aksi unjuk rasa. Aksi digelar seratusan pendukung caleg yang 'dieliminasi' oleh KPUD Buleleng sepekan sebelum pelantikan.Massa yang merupakan pendukung caleg Partai Penegak Demokrasi Indonesia (PPDI) Made Sudana menggelar aksinya mulai pukul 09.00 WITA. Mereka tidak bisa menerima keputusan KPUD Buleleng yang mencoret Sudana sebagai caleg terpilih karena tidak memenuhi syarat secara administrasi.Sudana dinyatakan tidak memenuhi syarat sebagai caleg sebab tidak memiliki formulir BB8, yakni formulir terdaftar sebagai pemilih. Pasalnya saat mendaftar sebagai caleg Sudana masih aktif sebagai anggota Polres Buleleng. Ia dicoret sebagai caleg pada 6 Agustus lalu dan digantikan caleg nomer 2 dari PPDI, Gede Suyasa.Aksi pendukung Sudana ini tidak bisa memasuki halaman Gedung DPRD Buleleng, Jl. Ngurah Rai, Singaraja, sebab massa diblokir dengan kawat berduri yang dibawa aparat sekitar 200 meter dari gedung DPRD. Kawat berduri juga dipasang di sekeliling Gedung DPRD Buleleng, yakni di sepanjang Jalan Ngurah Rai.Dalam aksinya ini massa meneriakkan yel-yel sebagai sikap protes atas eliminasi terhadap Sudana. Yel-yel yang diteriakkan, antara lain, "Saya pilih Sudana, bukan orang lain" dan "KPU harus konsisten dengan keputusannya".Meski diwarnai aksi namun pelantikan tetap berjalan lancar. Pengambilan sumpah dilakukan oleh Ketua Pengadilan Negeri Singaraja Anak Agung Adiatmika.Yang dilantik sebagai anggota DPRD Buleleng berasal dari PDIP (19 orang), Golkar (9), PKPB (6), PNI Marhaenisme, PPDI, PD, PIB, masing-masing dua orang, PKB, Pelopor, dan PNBK masing-masing satu orang. (gtp/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads