"Saya sudah koordinasi dengan Letkol Max dari Rusia, apakah ada pergantian atau tidak. Mereka sampaikan, kemungkinan ada kemungkinan tidak. Saya sampaikan 'harus tegas'. Tetap laksanakan prosedur kesehatan. Kami juga terima kasih Basarnas tetap mendampingi sampai hari ini. Kita usahakan update dari hari ke hari," ujar Danrem 061 Suryakencana, Kolonel Infanteri AM Putranto di Posko Cijeruk, Bogor, Jawa Barat, (19/5/2012).
Terkait Tim Rusia, TNI akan terus melakukan pendampingan dalam evakuasi yang dilakukan.
"Kami tetap menyiapkan cadangan. Mereka sudah hari kesepuluh, yang mendampingi ini yang menemukan blackbox ini yang dari Kopassus. Sehingga tempatnya dia tunjukkan, apa yang harus dilakukan. Sehingga saya sudah minta pergantian personel yang standby. Dia pakai atau tidak itu, terserah dari saya karena saya lihat situasinya. Dan juga saya kan menyesuaikan keinginan Rusia. Yang penting 3 hari, dia harus lapor kepada saya," ucap Putranto.
Meski secara resmi pelaksanaan evakuasi telah dihentikan, tetapi tim penyisir masih terus melaksanakan kegiatan. Juga diterjunkan berbagai personel anggota keamanan untuk mencegah orang masuk ke lokasi guna kepentingan yang tak diinginkan.
"Paskhas 12 orang, Kopassus 6 orang dan Rusia ada 10. Kemudian unsur ke wilayahan dari jajaran kami standby yaitu Babinsa, Polres dan Polsek menutup jalan yang kemarin naik ke atas karena saya tidak menghendaki itu diacak-acak orang yang tidak bertanggung jawab," papar Putranto.
(asp/mok)











































