Sejumlah partai politik pendukung cagub/cawagub yang akan maju dalam Pikada DKI mempermasalahkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang dinilai masih amburadul. KPUD memiliki tiga tugas berat yang harus dilakukan dengan segera.
"Pertama, memastikan bahwa setiap masyarakat yang telah memenuhi syarat sebagai pemilih mempunyai hak dan kesempatan yang sama dalam memilih," ujar pengamat politik dari Charta Politika Arya Fernandes kepada detikcom, Sabtu (19/5/2012).
Kedua, lanjut Arya, KPUD perlu melakukan sosialiasi politik kepada masyarakat. Hal ini penting untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam Pilkada.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Arya mengatakan pemutakhiran DPT adalah tahapan penting dalam proses penyelenggaraan pemilukada. Tentu akan ada beberapa implikasi yang serius bila terjadi kekisruhan penetapan DPT.
"Pertama, akan mempengaruhi kredibilitas lembaga penyelenggara pemilu yang dalam hal ini adalah KPUD. Kredibilitas KPUD misalnya dilihat dari tingkat kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan pemilukada secara fair oleh KPUD. Kredibilitas KPUD juga dapat dilihat netralitas dan independensi KPUD," ungkapnya.
Selain itu, jika KPUD tidak segera memperbaiki DPT, maka akan mempengaruhi kualitas penyelenggaraaan pikada tersebut. Kualitas penyelenggaraan pilkada salah satunya diukur dari seberapa besar setiap pemilih yang telah memenuhi syarat sebagai pemilih mempunyai hak yang sama dalam memilih
"Ketiga, akan mempengaruhi 'legitimasi' penyelenggaraan pilkada. Legitimasi itu misalnya dapat dilihat dari tingkat penerimaan partai terhadap hasil dan proses tahapan pilkada," tutupnya.
(ega/ega)










































