Kader PD ini mengamuk di Kantor DPD PD, Riau, Jl Diponegoro Pekanbaru, Jumat (18/5/2012) sore hari. Mereka kecewa dengan terpilihnya Walikota Pekanbaru, Firdaus MT sebagai ketua DPC PD Pekanbaru. Mereka kecewa ternyata sejak terpilih menjadi walikota, ternyata Firdaus belum mengundurkan diri sebagai PNS di jajaran Pemprov Riau.
Massa ini sudah dua jam lebih menduduki kantornya sendiri. Mereka mengharapkan, Sekretaris DPD PD Riau, Koko Iskandar dan pengurus lainnya untuk menemui mereka. Tapi apa yang mereka harapkan tidak terkabul juga.
Itu sebabnya, sore ini lantas kader PD membentangkan tenda untuk membuat kemah.Tenda plastik warna biru itupun mereka bentangkan di halaman kantor DPD Demokrat Riau.
"Kita tidak akan bubar sebelum petinggi partai menemui kami," kata Parulian salah seorang pendemo kepada detikcom.
Selain mempersoalkan Firdaus MT, mereka juga memprotes Ketua DPD PD Riau, Mambang Mit. Mambang Mit yang juga Wakil Gubernur Riau, dinilai lambat dalam mengembangkan kaderisasi. Ini karena Mambang dianggap plin-plan dalam mengurus partai. Mereka pun teriak, agar Mambang Mit dicopot dari kepengurusan partai.
Keributan sesama kader PD sendiri ini, justru terjadi menjelang kehadiran Ketum PD, Anas Urbaningrum dan Sekjen Edhie Baskoro alias Ibas. Rencanya kedua petinggi DPP PD ini akan hadir ke Pekanbaru, pada Mingu (20/5/2012) untuk menghadiri gerak jalan santai. Gerak jalan ini dilakukan PD untuk menarik simpati masyarakat terhadap partai binaan SBY itu.
Akibat keributan ini, sejumlah warga di Pekanbaru pun enggan untuk mengambil kupon gerak jalan santai yang akan memberikan hadiah rumah dan berbagai hadiah lainnya.
"Kita tadi mau ambil kupon untuk ikut gerak jalan santai Demokrat. Tapi kami lihat banyak polisi di kantor DPD PD Riau, katanya ada kader yang mengamuk. Akhirnya kami tidak berani ambil kupon untuk ikut gerak jalan santai itu," ujar Roby salah seorang warga Pekanbaru.
(cha/ega)











































