Massa HTI Bandung Protes Biaya Pendidikan yang Tinggi
Senin, 16 Agu 2004 10:36 WIB
Bandung - Ratusan massa Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di Bandung, hari Senin (16/8/2004) melakukan aksi menyongsong kemerdekaan Indonesia. Meski sudah sekian lama merdeka, HTI meras prihatin dengan kondisi pendidikan di Indonesia. Karena itu, HTI menyerukan agar kapitalisasi pendidikan di Indonesia harus ditolak.Massa melakukan aksi longmarch dari Monumen Perjuangan di Jl Dipatiukur menuju ke Gedung DPRD Jabar di Jl Diponegoro. Massa yang terdiri dari laki-laki dan perempuan mengacung-acungkan poster sepanjang perjalanan, sembari mengikuti mobil orasi yang bergerak perlahan.Dalam pernyataannya, HTI menyerukan agar pemerintah Indonesia meninjau ulang penetapan sejumlah perguruan tinggi sebagai Badan Hukum Milik Negara (BHMN). Pasalnya, BHMN justru terbukti membuat biaya pendidikan semakin mahal dan memberatkan rakyat. "Itu hanya akan menyakiti rakyat, karena tidak semua masyarakat mampu membayar biaya pendidikan yang begitu melambung," tutur M Sababi, juru bicara HTI.Tingginya penetapan biaya pendidikan di sejumlah perguruan tinggi berstatus BHMN ini kemudian juga diikuti institusi pendidikan lain, termasuk swasta. "Karena itu, kapitalisasi pendidikan harus dihentikan, karena hanya akan mengancam terpenuhinya hak seluruh rakyat untuk mendapatkan pendidikan yang bermutu, murah dan Islami," kata Sababi lagi.Pendidikan dalam pandangan HTI, merupakan kewajiban pemerintah di dalam memberikan pelayanan kepada rakyatnya. Untuk itu, agar pendidikan bermutu dan terjangkau itu bisa terwujud, HTI pun menyerukan agar di dalam pengelolaan harta negara dan kekayaan alamnya, harus dilakukan sesuai syariah dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya pembiayaan pelayanan publik.Aksi massa berlangsung dengan tertib. Aparat keamanan hanya mengawasi jalannya aksi dari kejauhan.
(nrl/)











































