Mahkamah Agung (MA) menunjuk hakim agung Timur Manurung menjadi Ketua Muda Pengawas (Tuada Was) MA. Timur akan mengawasi sekitar 7 ribu hakim yang bernaung di bawah MA. Timur juga bisa menindak tegas jika mendapati hakim berbuat nakal.
"Timur Manurung diangkat menjadi Tuada Was," kata Ketua Muda Pidana Khusus, Djoko Sarwoko, dalam pesan singkat yang diterima detikcom, Jumat (18/5/2012).
Bagi kalangan awam, nama Timur Manurung mungkin tidak terlalu famililar. Namun bagi kalangan hakim dan militer, nama Timur begitu melekat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jika KPP HAM mengajukan pemanggilan paksa, Mabes TNI akan melakukan perlawanan. Kalau kami kalah, baru kami datang," kata Timur pada 4 February 2002 silam.
Sebagai Kababinkum, nama Timur Manurung sempat mencuat juga tatkala mantan Mentamben Ginandjar Kartasasmita disidik Kejaksaan Agung pada 2001 silam. Dia menjadi orang terdepan dalam menjembatani kasus yang melibatkan masalah militer-sipil.
Usai berkarier di militer, Timur Manurung lalu terpilih DPR menjadi hakim agung pada 2003 silam. Dia dilantik bersama 17 hakim agung lainnya yaitu Ngurah Adnyana, Abdurrahman,Dirwoto, Haimuddin Saleh, Mieke Komar, Mansyur Kartayasa, Rehngena Purba, Muchsin, Hakim Nyak Pa, Ahmad Sukardja, Abdul Manan, Habiburrahman, Ahmad Kamil, Hamdan, Imron Anwari, Ipik Nurmala Siagiaan dan Widayatno Sastro Hardjono.
(asp/)











































