"Kami menggunakan data medik, properti, DNA dan sidik jari. Sidik jari kami mengalami sedikit kesulitan," tutur tutur Direktur Eksekutif DVI Indonesia Kombes Anton Castilani di RS Polri Kramat Jati, Kamis (17/5/2012).
Kesulitan tersebut, lanjut Anton, disebabkan karena temuan yang didapatkan dari tempat jatuhnya Sukhoi terbatas. Dia berharap kepada pihak keluarga untuk menyerakan data tambahan, bilamana diperlukan.
"Kesulitan itu karena banyak keluarga yang kebetulan membawa data sidik jari yang kita perlukan, tapi terbalik-balik dari yang kita temukan di jenazah. Di Ijazah tangan kiri, ketemunya tangan kanan. Jadi tidak bisa kita bandingkan
"Jadi kalau umpamanya ada pihak keluarga yang menyimpan atau mempunyai data sidik jari yang lengkap 10 jari, tolong segera dibawa ke Antemortem kami," sambungnya.
(/riz)











































