Keluarga korban Sukhoi Edward Panggabean dipanggil tim DVI untuk mencocokkan data. Setelah melihat foto-foto korban yang dievakuasi, mereka yakin Edward termasuk salah satu di antaranya.
Adik Edward, Uneng Panggabean, datang ke RS Polri DR Soekanto, Kramatjati, Jakarta Timur, bersama seorang temannnya sekitar 11.20 WIB, Kamis (17/5/2012). Dia langsung masuk, namun tak sampai setengah jam sudah keluar lagi.
"Tadi dipanggil (DVI). Untuk memberikan bukti-bukti yang lebih konkret," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada bagian tubuh yang spesifik, matching. Ada tato kepala suku Apache di lengan kanan atas," ungkapnya.
Sebelumnya, aku Uneng, keluarga sejatinya sudah mempunyai feeling bahwa Edward telah ditemukan. Namun DVI belum berani menyimpulkan. "Biarlah mereka bekerja dulu," katanya sambil meninggalkan RS.
Edward Panggabean adalah salah satu penumpang Sukhoi SuperJet 100 yang mengalami kecelakaan di Gunung Salak, Bogor. Ia merupakan perwakilan Indo Asia. Keluarga sudah memberikan data-data ke DVI, kecuali bagian gigi. Sebab almarhum Edward tak mempunyai data rekam gigi.
(trw/)










































