"Data dari sidik jari, DNA, gigi. Yang kurang lengkap akan kita panggil keluarganya dan akan kita identifikasi," jelas Kapusdokkes Polri, Brigjen Mussadeq Ishaq, di RS Polri, Kramatjati, Jaktim, Kamis (17/5/2012).
Mussadeq menjelaskan, yang dipanggil tim DVI yakni keluarga yang data-datanya masih kurang. Tim DVI memerlukan data yang lebih lengkap agar akurat.
"Mereka yang hadir adalah kami yang mintai data yang kurang," jelasnya.
Di RS Polri tampak hadir kelurga korban Sukhoi. Ada beberapa yang datang terlihat keluarga Ganis Arman Zuvianto. "Ia juga datang melengkapi data kami," terang Mussadeq.
Sejauh ini di RS Polri sudah tiba 35 kantong jenazah. Yang terdiri dari 30 body part dan 5 kantong berisi barang-barang milik korban. Tim Polri masih bekerja melakukan pendataan.
(ndr/)











































