- Flight Data Recorder (FDR) -- bagian dari kotak hitam -- pesawat Sukhoi Superjet 100 masih dicari. Basarnas menduga FDR berada tidak jauh dari reruntuhan ekor pesawat komersial itu.
"Kalau kita melihat apa yang ditemukan dari reruntuhan ekor, kami memperkirakan tidak akan jauh dari situ," kata Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Daryatmo dalam jumpa pers di Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur, Rabu (16/5/2012).
Daryatmo mengatakan Basarnas akan memperluas operasi pencarian. Namun Daryatmo tidak bisa menggambarkan secara rinci mengenai posisi tepat FDR tersebut.
"Kira-kira areanya di sini," ujarnya sambil menunjukkan slide bergambar ilustrasi Gunung Salak. Daryatmo menunjuk satu titik dugaan jatuhnya FDR.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Berdasarkan data-data yang ada, kami akan melakukan investigasi. Kita harapkan dan doakan FDR segera ditemukan," ujar Masruri.
Menurut Masruri, CVR sudah diperiksa. Rencananya akan dikirim oleh Rusia sebuah alat untuk mendownload data CVR itu.
"Jadi sifatnya hanya membantu apa yang dilaksanakan KNKT dalam proses investigasi. Pihak-pihak terkait boleh mengikuti sesuai ketentuan aturan Annex 13," jelasnya.
Annex 13 adalah Konvensi Penerbangan Sipil Internasional yang mengatur tata laksana investigasi yang bertujuan untuk menghindarkan kecelakaan atau insiden.
Dari CVR yang sudah ditemukan, tertera CVR Sukhoi tersebut merupakan buatan L-3 Communications, sebuah perusahaan yang berpusat di New York City.
(gus/nrl)











































