"Kalau memang hasil survei nanti nama Bu Ani ada di atas terus, ya bisa saja," kata Ruhut di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Rabu (16/5/2012).
Ruhut mengaku yang pertama kali mendukung pencapresan Ibu negara itu. Menurutnya, Ani Yudhoyono pantas menjadi suksesor suaminya.
"Sebenarnya sudah sering kubicarakan dengan Pak SBY, tetapi karena kenegarawanannya ia minta kalau bisa jangan keluarganya," tuturnya.
Mengenai pro kontra hal tersebut, Ruhut mempersilakan rekan-rekannya di PD menyebut nama calon lain. Namun secara resmi, PD baru akan membahas masalah capres pada 2013.
Jika nantinya capres PD sudah diputuskan, ia meminta semua kader mendukung keputusan tersebut. "Pada akhirnya harus patuh kepada putusan partai," tuturnya.
(tor/fdn)











































