Keluarga meyakini Anggi sudah meninggal sejak tabrakan pesawat dengan tebing.
Prosesi tahlilan mendoakan kematian Anggi dihadiri kerabat, tetangga serta teman-teman sekolah Anggi semasa di SMA, dan berlangsung di kelurahan Wenang Selatan Pondol, Kecamatan Wenang, Selasa (15/5/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menuturkan pertemuan terakhir disaat Anggi melangsungkan pernikahan tiga tahun lalu. Selebihnya, Anggi lebih banyak berada di Jakarta karena pekerjaannya. Penyesalannya, sudah lama tak bertemu, malah dikejutkan dengan musibah seperti ini.
"Keadaan apa pun yang terjadi padanya, asal kan bisa ditemukan. Manusia memang berkehendak, tapi Allah yang menentukan. Kami hanya berharap almarhumah mendapat tempat yang layak dis isi Allah SWT," paparnya.
Sementara itu, Amelia Herman, teman semasa di SMA Negeri 3 Manado, juga ikut larut dalam kesedihan. "Saya terpukul sekali, kenapa harus Anggi, teman sebangku sejak kelas 1 sampai kelas 3 yang ikut di pesawat itu," lirihnya.
(mad/mad)










































