Saat detikcom berkunjung ke rumah Rahmat Djibril (48), warga Jl Anggrek 5, Petukangan Utara, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, ia sedang duduk di ruang tamu rumahnya. Pria yang sehari-hari menjadi tukang ojek ini tak bekerja seperti biasanya.
Penyebabnya adalah luka seperti terbakar akibat gigitan tomcat di sekitar ketiak kirinya. Luka itu didapatnya sejak Kamis (10/5) lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah merasa gatal malam itu, Rahmat merasa pusing dan panas dingin. Luka di ketiaknya juga bertambah panas dan meluas.
Selain Rahmat, putranya, Gilang (8), juga terkena serangan tomcat. Luka akibat gigitan binatang itu tersebar di wilayah leher Gilang.
Sebelumnya Rahmad tak tahu jika binatang yang menyebabkan luka di tubuhnya adalah tomcat. Ia tahu setelah bertanya kepada temannya.
"Saya baru tahu itu binatangnya tomcat setelah tanya teman," ujarnya.
Rahmat juga sempat mengumpulkan tomcat yang ada di sekitar rumahnya. Hasilnya, ia berhasil mengumpulkan 57 tomcat yang berada di dinding, lampu dan sela-sela rumahnya.
Rahmat menduga tomcat ke rumahnya disebabkan oleh penggusuran daerah hijau di dekat daerah ia tinggal. Daerah hijau tersebut digusur untuk dijadikan jalan tol yang menghubungkan Kebon Jeruk - Ulujami.
Sementara itu Ketua RT tempat Rahmad tinggal, Slamet, mengaku belum mengambil tindakan. "Baru ngomong ke ibu pengurus PKK. Terus minta Rahmat mengumpulkan tomcatnya, belum ada tindak lanjut dari yang lebih tinggi," tutur Slamet.
(trq/nwk)











































