"Operasi yang lalu sudah turun 350 (meter) lalu dilanjutkan turun ke bawah, turun (ke) 600 meter lagi. Operasi diperlebar menjadi 250 meter ke samping kiri crash site dan 250 meter kanan crash side," kata Kepala Badan SAR Nasional Daryatmo, saat konferensi pers, di Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta, Kamis (15/5/2012).
Daryatmo menjelaskan sebagian korban berada di sekitar lokasi kejadian pesawat dengan kondisi medan seperti itu, dapat dipastikan sulit dalam pencarian black box. Badan pesawat sendiri sudah tidak berbentuk dan menjadi serpihan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Black box yang terdiri dari Cockpit Voice Recorder (CVR) dan Flight Data Recorder (FDR), beratnya sekitar 5 kg dan bisa menjadi 2 kali lipat karena kondisi alamnya seperti tebing curam di lereng Gunung Salak.
"Tugas kami, dari kemarin, sekarang sampai dengan ke depannya fokus mencari black box, di sekitar puing dan semak-semak hutan. Perlu diketahui black box sendiri mempunyai berat 5 kg dengan kondisi alam seperti ini bisa menjadi kali dua lipat," jelas Daryatmo.
(nwk/nrl)











































