"Berkaitan dengan parasut yang ditemukan itu berada dalam boks suatu kontainer dalam pesawat yang digunakan jika pesawat harus mendarat secara darurat," ujar anggota KNKT Rusia, Sergey Korostiev.
Hal itu disampaikan Sergey dalam bahasa Rusia dan diterjemahkan oleh seorang interpreter dari Kedubes Rusia di Jakarta, saat jumpa pers di Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta, Selasa (15/5/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dijelaskan Sergey, parasut itu bersama dengan perlengkapan lain, seperti makanan, disiapkan sebagai survival kit saat pesawat mendarat darurat.
"Akibat banyak spare part pesawat yang jatuh, lalu terbuka," imbuh Sergey.
Sementara itu Kepala Basarnas, Marsya Daryatmo, ikut menegaskan bahwa parasut memang ada dalam pesawat tersebut. Namun dia tidak tahu berapa jumpah parasut yang disiapkan. Dia tidak bisa memastikan apakah kontainer berisi survival kit itu dekat atau jauh dari pilot.
"Parasut itu memang ada, tetapi bukan untuk loncatnya pilot, tetapi sebagai survival kit apabila pesawat mengalami kondisi darurat, tidak terjangkau oleh siapa pun. Sebenarnya survival kit itu ada dalam suatu kontainer yang dibungkus parasut. Karena ada impak ledakan, jadi parasut itu terlihat sepeti menempel di pohon," terang Daryatmo.
Sebelumnya, 7 personel Kopassus yang berhasil menuruni tebing curam dalam proses membuka jalur dan evakuasi, menemukan jasad seorang pria berkewarganegaraan asing yang tergantung dengan parasut di pohon. Kepala RS Polri Brigjen Agus Prayitno kemudian menegaskan tidak ada penumpang yang memakai parasut.
(/nrl)











































