Bom yang diduga sisa konflik itu ditemukan Samsul (45), Senin (14/5/2012) kemarin. Karena dianggap hanya besi biasa, benda tersebut digantungkan di bengkel milik Solihin. Beruntung, anggota TNI bernama Serma Junaidi mengetahuinya.
"Ini sudah kami amankan di Makodim," kata Dandim 0103 Aceh Utara, Letkol Inf Agus Tri Antoni, kepada detikcom, Selasa (15/5/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agus mengharapkan, warga yang menemukan bahan peledak atau barang yang mencurigakan agar segera melapor ke polisi atau TNI terdekat. Hal ini untuk antisipasi kemungkinan terjadinya kejadian buruk.
Dari catatan Kodim 0103 Aceh Utara, sedikitnya 3 jenis bahan peledak ditemukan, yakni granat, amunisi mortir, dan bom tabung pelontar.
Sebelumnya, pada Februari lalu, seorang petani karet di Kecamatan Simpang Kramat, Kabupaten Aceh Utara, tewas menggenaskan setelah memukul bom tabung pelontar itu. Dia mengira benda tersebut bukan bahan peledak.
(trw/trw)











































