Peringatan 17 Agustus di Ambon Bakal Diwarnai Demo Pengungsi
Senin, 16 Agu 2004 05:54 WIB
Ambon - Peringatan 17 Agustus di Ambon, bakal di warnai aksi demonstrasi pengungsi. Ancaman demo ini datang dari ribuan pengungsi yang menempati sejumlah desa di kecamatan Leihitu Kabupaten Maluku Tengah.Demikian disampaikan koordinator pengungsi Leihitu, Sisin Tella kepada detikcom, Senin (16/08/2004) di Ambon. Ancaman demo ini ditujukan kepada sejumlah instansi yang selama ini menangani masalah pengungsi. Dalam pernyataan itu dikatakan, berbagai keluhan pengungsi Leihitu sudah sering disampaikan, baik secara lisan maupun tertulis, namun hingga saat ini belum tanggapan balik instansi terkait, termasuk pemerintah daerah Maluku. Bahkan keberadaan para pengungsi Leihitu tidak pernah terangkat kepermukaan oleh media massa, pihak legislatif maupun eksekutif.Untuk itu, jalan yang ditempuh adalah aksi demo besar-besaran. "Ini sebagai pressure, agar instansi terkait maupun Pemda juga peduli terhadap kondisi pengungsi Leihitu yang sangat memprihatinkan. Kami lakukan seperti seorang anak tiri," ujar Tella.Dikatakan Tella, pihaknya sudah melakukan rapat koordinasi dengan semua pengungsi di 12 desa yang ada di kecamatan Leihitu yang bertempat di desa Hila. Kesepakatan rapat salah satunya adalah aksi demo itu. "Namun kami akan lakukan usai 17 Agustus di Lapangan Merdeka Ambon Jl Pattimura, tepatnya di depan kantor Gubernur Maluku," ujar Tella.Dirincikan Tella, jumlah pengungsi yang saat ini tersebar dalam sebagian besar beum pernah mendapat bantuan apapun dari pemerintah daerah Maluku sebanyak 1.223 KK atau sekitar 6.052 jiwa. Dari jumlah itu yang sudah mengantongi bahan bangunan rumah (BBR) baru 445 KK atau 2.159 jiwa, sedangkan 778 KK sampai sekarang masih tinggal numpang di sanak saudara, maupun di camp-camp pengungsian. Walaupun sudah mendapat BBR, namun 445 KK tersebut juga belum mendapatkan jatah biaya pemulangan dari Dinsos Maluku.Menyikapi soal ini, Asisten II Setda Maluku, yang juga koordinator penanganan pengungsi Maluku, Ir Rahman Soumena, kepada detikcom via handpone menyatakan akan segera menyelesaikan berbagai persoalan menyangkut dengan tuntutan pengungsi Leihitu. Kendati demikian, dia tidak menjelaskan, waktu penyelesaian maupun kebutuhan apa yang akan diberikan.Soumena juga membenarkan, jika Pemda Maluku sudah mendapatkan surat pengaduan pengungsi Leihitu. "Kami akan memperhatikan keluhan mereka," ujarnya. Di lain pihak, Kadis Sosial Maluku, AR. Uluputty yang juga dikonfirmasi via handpone mengungkapkan, data tentang para pengungsi Leihitu masih direkap pihaknya. Pasalnya, semua data yang sementara ini berada di Dinsos perlu dilakukan rekap ulang. "Ini kita lakukan untuk menjaga jangan sampai terjadi double data maupun data fiktif. Nanti kita lagi yang disalahkan. Jadi pasti akan kami layani. Beri kami waktu untuk menindaklanjuti persoalan ini. Tidak bisa dilakukan selayaknya orang membalik telapak tangan," katanya.
(mar/)











































