Rapat paripurna ini dihadiri Gubernur Sumsel Alex Noerdin, serta kepala daerah di 15 kabupaten dan kota di Sumatera Selatan.
Ketua DPRD Sumsel Wasista Bambang Utoyo mengatakan, momen ulang tahun Sumsel ini hendaknya jadi ajang introspeksi, evaluasi dan motivasi agar Sumsel lebih baik ke depan. "Peringatan ini sangat penting,
sebagai momen introspeksi bagi kita semua," ujar Wasista.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara di Kantor Gubernur Sumsel, Selasa (15/05/2012), puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya menggelar unjuk rasa. Mereka mendesak Gubernur Sumsel agar bertindak tegas dan konsisten melarang angkutan batu bara melintas di jalan umum di Sumatera Selatan. Sebab keberadaan angkutan tersebut dinilai merugikan masyarakat, apalagi kontribusi batu bara bagi masyarakat Sumsel sangat minim.
"Gubernur Sumsel dan DPRD Sumsel terkesan tidak konsistensi. Tidak tegas. Terkesan hanya janji palsu. Jalan khusus yang dipersiapkan khusus angkutan batu bara tak kunjung selesai, sementara angkutan
batu bara terus melewati jalan umum," ujar Yudi, koordinator aksi.
Para pengunjuk rasa membawa sebuah spanduk bertuliskan, "Stop Angkutan Batubara Sekarang Juga!"
(tw/trw)










































