Gara-Gara Laser, Listrik Rumah Warga Harus Digilir
Senin, 16 Agu 2004 02:46 WIB
Jakarta - Menyambut Pekan Olah Raga Nasional (PON) XVI dan HUT Kemerdekaan RI ke-59, tampaknya pemerintah Kota Palembang ingin menghidupkan suasana kota pada malamhari dengan hiasan lampu dan laser. Tapi gara-gara itu rumah warga harus menerima giliran pemadaman listrik. Puluhan pohon lampu berbentuk Pohon Kelapa dan Pohon Pinang telah menghiasi wajah kota sejak sebulan lalu. Suasana semakin meriah dengan adanya 3 buah laser yang ditembakkan dari atas Jembatan Ampera (Amanat Penderitaan Rakyat) dan Kantor Walikota Palembang.Sementara, warga berlomba-lomba memasang lampu pejor di rumah atau di lorong di depan tempat tinggal mereka. Tentu saja, lintasan laser yang menghiasi langit malam Kota Palembang menarik perhatian masyarakat. Namun, untuk menikmati keindahan itu, rumah warga harus menerima giliran pemadaman di rumahnya. "Lampu sih boleh indah, tapi percuma kalau lampu rumah kami padam terus," keluh Evan, warga 29 Ilir Palembang, kepada detikcom, Minggu (15/8/2004). Menurut Evan, seharusnya pemerintah kota menghitung terlebih dahulu daya listrik yang dimiliki. "Gilo laser sih boleh, tapi ya berhitungdulu, jangan sampai rumah penduduk jadi gelap terus," kata Evan.
(mar/)











































